Thursday, January 21, 2010

bangun nak, matahari sudah tinggi

hei, bangun nak..
matahari sudah tinggi.
apa kau mau beranjak dari ranjangmu hingga sinar itu menyentuh wajahmu melalui ventilasi jendela itu.
---

Tuesday, January 19, 2010



Kita datang bukan untuk menaklukkan alam kawan, tetapi mungkin mencari jawab atas pertanyaan-pertanyaan tentang kebesaran-Nya. dan Dia menjawab atas segala tanya kita.

-Badai semalam suntuk ditingkahi kabut dan hujan di puncak Tampomas-

Sunday, January 18, 2009

masa kecil

aku ingin begini
aku ingin begitu
ingin ini ingin itu banyak sekali
semua semua semua
dapat dikabulkan
dapat dikabulkan dengan kantong ajaib
....



mesin waktu.
sebuah mesin waktu yang aku butuhkan sekarang.
untuk mengantarkan pada masa-masa kecil yang indah

tak terasa
waktu telah mengantarkan aku sampai tahun 2009
sudah berapa tahun ini?
sudah berapa tahun sejak kita pertama kali memakai seragam merah putih
saat-saat girang berangkat ke sekolah dengan modal uang merah, beberapa butir kelereng di saku
dan bangga kalo berani ke sekolah cuma pakai sepatu tanpa kaos kaki, terkesan preman
saat-saat pulang ke rumah dengan pakaian kotor karena mandi di empang tetangga
arghh...

-pikiran kusut dan kalut di ranah rempah-rempah-

Thursday, August 28, 2008

pantai pelang

Pantai Pelang
Trenggalek-Pacitan
27 Agustus 2008

Credits: Pak Anto (driver), Pak Adi (sebungkus rokok buat penjaga portal)

Pantai jenis apa yang anda cari? Kuta dengan tipe pantai pasir landai? Atau pantai ala Tanah Lot dengan batu dan pulau karang sepanjang garis pantainya? Pantai dengan ombak yang mumpuni untuk selancar?

Mungkin banyak yang tidak mengetahui atau bahkan belum pernah mendengar sekalipun nama Pantai Pelang. Yap! sama seperti saya. Sayapun baru pertama kalinya medengar (dan akhirnya mengunjungi) pantai ini. Waktu itu saya sedang dalam perjalanan dari Lorok (daerah di Kabupaten Pacitan-Jawa Timur) menuju Panggul (daerah di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur). Sepanjang perjalanan yang berkelok-kelok dan kiri kanannya terdiri dari hutan jati berganti-ganti dengan cemara ini sekilas saya melihat hamparan pohon kelapa yang berujung dengan sebuah sungai dan pantai. Saya terkesan dengan pemadangan tersebut. Dimana hijaunya hamparan pepohonan kelapa milik warga setempat menyatu dengan sebuah pantai nan indah. Beberapa sudut pantai terdapat pulau karang yang indah.

Seminggu setelah kejadian tersebut saya mengunjungi Pantai Pelang. Dan perkiraan saya tidak salah. Kami memulai menikmati kawasan pantai pelang ini mulai dari menyusuri sungai kecil yang tak terlalu dalam yang mengalir sejajar dengan garis pantai. Tapi tiba-tiba pandangan kami tertuju ke hamparan rumput yang dikejauhan terlihat latar belakang air terjun. Kami berjalan melintasi lapangan rumput jepang menuju kearah air terjun tersebut. Warga sekitar menyebutnya Air Terjun Grobogan Sewu. Air terjun ini turun dari sela-sela karang menuju dasar yang berupa batu-batu berwarna keputihan. Dibalik air terjun ini terdapat goa kecil kira-kira seukuran daun pintu. Curahan air dari air terjun ini tidak terlalu besar, setelah kami tanyakan kepada warga, ternyata jika musim hujan airnya justru besar dan melimpah. Menurut warga sekitar, air terjun ini berkhasiat menghilangkan penyakit kulit seperti gatal-gatal. Suasananya sejuk, karena di area curahan air terjun ini banyak terdapat pohon-pohon.

Selepas menikmati air terjun ini, kami menyebrangi sungai kecil menuju kearah pantai karang. Selangkah demi selangkah saya menapakkan kaki menuju keatas bebatuan karang di pantai tersebut. Di beberapa bagian pantai karang ini memang berupa batu karang yang tajam dengan sedikit tumbuhan karang. Deburan ombak yang menghantam karang membuat suasana pantai semakin fantastis. Yah.. ombak di pantai ini memang tipikal pantai selatan, terutama bagian-bagian tertentu yang menghadap langsung ke laut. Entah karena kami datang pada sore hari atau tidak, air dipantai ini sangat sejuk. Saya betah berlama-lama menyusuri pantai ini. Lepas dari pantai karang, ke arah timur akan dijumpai hamparan pasir pantai landai dan dengan dibelakangnya berdiri bukit-bukit karang yang eksotis. Luar biasa. Ombaknya tidak terlalu besar, mungkin saja karena ombaknya sedikit terhalang oleh pulau karang yang didepannya.

Sedikit berjalan kearah timur, kami menemui bukit karang yang terdapat celah untuk dilewati menuju sisi seberangnya. Kami terus menyusuri bibir pantai ini kearah timur. Di sini utara adalah bukit-bukit karang kecil dan tumbuhan pandan khas pantai, sebelah selatan adalah pantai yang landai dan pasir yang halus. Jika kita merasa kepanasan, kita bisa berlindung dibalik karang ini yang terkadang berupa gua yang tak terlalu dalam dan beralaskan pasir. Berjalan lebih kearah timur lagi. Pantai tak lagi landai, bentuk pantai ini mirip dengan Pantai Cibuaya (Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat) yang memiliki kemiringan sekitar 30-40 derajat dan ombak yang tinggi. Hmmm… mungkin area ini cocok untuk yang hobi olahraga selancar. Jika kita meneruskan perjalanan terus ke timur-tenggara (bentuk pantai ini melengkung), kita akan mendapati lagi pantai landai seperti yang sebelumnya dengan latar perkebunan kelapa milik warga, dan pulau karang, serta diakhiri dengan pantai karang.

Saya kagum dengan tempat ini. Bandingkan saja dengan Pantai Kuta yang legendaris itu, pantai ini memiliki hal yang sama, bahkan untuk pemandangan di daratannya kalau pantai kuta hanya terdapat jalan dan jejeran hotel-kafe. Di sini, kita bisa melihat bukit karang, perkebunan kelapa dan sungai kecil. Jika pagi-pagi atau senja, di pantai Kuta kita akan menemui petugas kebersihan pantai. Mereka menyapu rumput laut dan sampah-sampah yang terhempas ke pantai. Di pantai ini fenomena itu tidak kami lihat (bukan fenomena petugas kebersihannya yah). Saya berani jamin, kalaupun ada petugas kebersihan pantai, frekuensi kerjanya akan sangat sedikit. Pantai ini tergolong bersih, kami tidak menjumpai sampah major di pantai ini. Mungkin hanya sedikit dedaunan kecil dan beberapa cangkang hewan laut. Atau jika ingin dibandinkan dengan Tanah Lot, mungkin dari segi culture pantai ini kalah karena tidak punya pura agung layaknya Tanah Lot, tidak terdapat tempat peristirahatan dan tempat nangkring yang memadai. Tapi untuk alamnya, pantai ini tidak kalah menarik. Ada pulau karang, ada pantai karang.

Untuk menuju pantai ini, dari arah Malang bisa akses dengan naik bus jurusan Trenggalek. Jika tidak ada bus langsung, biasanya kita akan di oper-oper. Dari terminal Gadang-Malang ke Blitar sekitar 2 jam (15ribu perak), Blitar-Tulung Agung 1 jam (Rp.7000), Tulung Agung-Trenggalek 1 Jam (Rp 8000), kemudian dari terminal trenggalek naik bus ¾ kearah Lorok kurang lebih 2-3 jam (jalan berkelok-kelok di pegunungan) dengan tarif 15-20ribu. sekedar catatan, bus dari trenggalek ke lorok terakhir kira-kira pukul 3 sore. Jalan masuk ke pantai ini akan berada di sebelah kiri kita dengan jarak kira-kira 5 kilometer dari tepi jalan raya dengan medan bervariasi antara jalan aspal dan batu. Untuk transportasi umumnya saya kurang tahu. Tapi saya melihat ojek-ojek berjejer di persimpangan tersebut. Untuk tarif masuknya, yang saya dengar 10ribu. Berhubung saya berangkat dengan warga sekitar, jadi hanya membayar dengan sebungkus rokok.

Mungkin bagi anda yang doyan melancong, pantai ini bisa jadi pilihan. Selain pantai ini, masih banyak pantai-pantai lain dan objek lain yang bisa dikunjungi. Pantai Sidomulyo dan pelabuhan ikannya, Pantai Gondang, Pantai Kunir dll. Semua menawarkan keindahan yang terbilang masih alami.

Sepengamatan saya, sepanjang pantai selatan Jawa Timur ini masih banyak tersimpan keindahan-keindahan yang belum terkelola dengan baik. Menyimpan potensi pariwisata yang menanti untuk ditata dan dipromosikan.

photo2 menyusul, inet melambat luar biasa

Friday, August 22, 2008

pangandaran - green canyon - batu karas

Apa yang berbeda dengan kombinasi hari sabtu dan diikuti dengan tanggal merah di hari senin? tak tampak berbeda kecuali dilihat dengan mata anak sekolah dan seorang tukang listrik. libur telah tiba kawan! *tertawa pongah tanpa pernah berpikir apa yang akan dihadapi di hari selasa dan seterusnya*.liburan 16, 17, 18 agustus 2008 merupakan kejadian langka dalam sejarah indonesia.

06.30 160808
memulai hari dengan mendapati missed call dan sms yang lumayan membutuhkan waktu untuk di sikapi. bergegas mandi dan berkemas apa adanya. baju ganti oke, celana pendek (dialihfungsikan menjadi celana renang) wajib, handuk, alat mandi tidak perlu (karena yakin teman lain pasti akan membawanya)-yang perlu hanya sikat gigi. menjemput reza (yang membuat delay lebih lama 5 menit). sementara di uki-cawang (meeting point 1) telah menunggu orang2 yang telah menepati janji, datang tepat waktu pukul 06.00 sesuai instruksi si tukang listrik tak bertangung jawab. adjie, ayu, ratih. dari slipi naik bus 46 jurusan karawang-bekasi (ngarang gw, gw lupa dah arah mana!) kurang lebih setengah jam (jika tidak ingat teman, rombongan uki pasti mengutuk kami menjadi batako). ketemu rombongan dan pengakuan dosa pun dimulai dengan kata2 "sori waktu lo nelpon gw blom mandi" muka di buat sememelas mungkin dan hampir saja diberi sedekah oleh orang2 yang lewat (wkwkw).

ternyata dari uki-cawang tidak ada bus langsung ke pangandaran (asumsi gw sih, mirip2 asumsi yang melegenda itu *lokal*). sekitar jam 08.00 akhirnya kita memilih bus jurusan Tasikmalaya, yaitu bus Doa Ibu warna biru, gw lupa nyatet nomer platnya, yang gw inget cuma satu hal, sopirnya brengos+). Dan perjalanan pun dimulai. OK!!! ternyata bus nya penuh. hanya tersisa 2 bangku kosong paling belakang. sebagai lelaki sehat jiwa raga dan beretika, tentunya kita (gw, adjie, reza) memilih berdiri dan bangku tersisa diduduki oleh ratih dan ayu. OK!! gpp!! gw mengambil posisi lorong paling depan agar mudah melihat-lihat pemandangan sepanjang tol cipularang. tentunya dgn tujuan mulia lainnya yaitu agar dapat menikmati vcd dangdut karaoke hasil rekaman dari hajatan nikahanya bang pi'i. setengah jam gw masih mampu mengimbangi irama alunan musik dari artis ibukota kecamatan itu. dan lama-lama gw keok juga. koran yang gw beli di bus 46 gw jadikan alas duduk. dan duduklah gw sambil berdoa akan ada yang turun secepatnya. sementara adjie dan reza masih tegak berdiri penuh semangat. saking semangat berdoa gw tertidur sampe cileunyi dan doa itu terkabul.

kira-kira pukul sepuluh lewat.
perjalanan dilanjutkan dari cileunyi. ketika sampe di nagrek, jalanan macet cet... gw mulai berfikir macem2. bisa jadi ada yang menggali sumur di jalan depan sana. okeh.. ditengah kemacetan itu gw dapet sms bahwa tim ke-2 (berangkat dari terminal caheum-bdg) baru saja mendapatkan bis ke pangandaran. sandi (yang mengikuti hampir semua ekspedisi kuya gunung) dan newcomer rani.

jam satu lewat (jangan salahkan gw yang mengutarakan dengan ketidakpastian yang luar biasa)
sampai di terminal tasik, cuaca mendung. gw dan kawan2 duduk menunggu bus yang akan mengantarkan kami ke pangandaran. udara dingin yang menyapu ketek membuat kesadaran gw berkurang dan tidak bisa berfikir jernih.

pria yang diduga kondektur: "bade kamana jang?" (gw bukan orang sunda, benarkan jika terjadi kesalahan nama dan gelar)
gw:"aya wae!!!" (tanpa sadar, mungkin suara itu keluar dari dubur)
PYDK: "????"
gw:"????"
astaga... !!! pria itu balik badan dan berjalan ke suatu arah. ke arah gudang senjata mungkin.
untung saja bus 3/4 (bus budiman, supir brengos tipis, pake topi) jurusan pangandaran yang kami tumpangi segera bergerak. di kejauhan terlihat pria tadi membawa rudal panggul. dalam hati gw: "maaf bgt...sori bos... ngga sadar... jetlag..... sori yaaah...!!!!"

dan... melewati ciamis, ciamis ke banjar, banjar ke pangandaran. wettsss... nyampe juga. tim bandung berada 15 kilometer dibelakang kami. sopir mereka tidak brengos!!. mendung tipis menyambut kami di pangandaran. udara dingin menyapu ketek ku kembali. berbahaya ini. mending gw langsung sholat dah!!! ngga lama abis sholat, tim bandung nyampe. tawar menawar dengan tukang becak (yang canggih, bisa bilingual) yang bersedia menggantarkan kami sampe memperoleh penginapan yang murah. 2 penginapan yang kami kunjungi menawarkan harga yang fantastis berbeda. dari proses negosiasiasi sampe berbusa-busa dapatlah penginapan 450rb untuk 2 malam. konon kita ngga usa mikirin angka 450rb nya, tapi kita cuma mikirin 350rb karena 100rb udah ditalangi sama bos salah satu operator ponsel di dubai. 350rb/6orang =kira2 50rb lah... kurang2 dikit ditambahin sama bos oil and gas belarusia, maklum abis ulang tahun. awa ni apalah....

kegiatan tidak penting seperti ngantri boker/mandi, nyari makan, pesen capcay oleh gw yang secara tidak sadar dipesenin kwetiaw (akibat udara dingin yang menyapu ketek di tasik tadi) dll mewarnai malam pertama di pangandaran. yang kurang cuma satu, belah duren.

besoknya, 170808 pagi
jalan2 di pante pangandaran. gila ni pantai ramenya udah kayak grosir tanah abang. ada yang berenang, main bola, gali2 pasir, jualan, manasik haji, dll dll. cuma satu yang kurang! belah duren. makan pagi dipecel mbok-mbok yang sepertinya bilingual juga... canggih da! trus balik sambil meninggalkan janji palsu kepada tukang perahu kalau kami akan menggunakan jasanya besok (gw inget nama perahunya: delima... plis maafkan kami)

170808 siang
siap2 ke Green Canyon. jangan lupa bawa handuk, baju ganti, baju renang (yang kere boleh pake celana bola, dll yang enak buat berenang). di terminal pangandaran lagi2 terjadi tawar menawar berbusa. mulai dari angka 100rb, 120rb, 150rb + rokok, dan tercapailah kesepakatan 160rb. kami memilih menggunakan carteran daripada ketengan sih maksudnya supaya lebih hemat (kira2 begitu). soalnya menurut informasi yang kami dapat:
- angkutan pangandaran-cijulang -Rp.8000 sekali jalan
-ojek cijulang green canyon - Rp.15.000-Rp.20.000 sekali jalan.
paket carteran itu udah termasuk ke batu karas loh.

ok! perjalanan ke green canyon kurang lebih satu jam. sampe di green canyon, kondisinya kurang lebih seperti pusat grosir cililitan. rame pisan. untuk mencapai green canyon dipatok tarif perahu Rp.75.000 dengan kapasitas maksimal 6 orang dan waktu menikmati green canyon selama kurang lebih 30 menit (45 menit: 30 menit di green canyon, 15 menit perjalanan perahu PP). dengan kondisi antrian dan tarif serta pembatasan waktu tersebut, mental gembel kami keluar. kita jual lagi aja tiketnya dan cari alan alternatif ke green canyon. setelah menyusuri tepi sungai dan tanya sana sini kepada warga setempat (yang disetiap tempat kami bertanya selalu mengatakan dekat, padahal kami telah berjalan hampir satu jam), tersesat, naik turun jalan, masuk hutan, akhirnya kami mencapai green canyon. suara gemuruh air membuat kami bersemangat. malang bagi kami.. dinding greencanyon yang berupa jurang terjal yang tinggi membuat kami kesulitan menemukan jalur turun ke bawah. hanya ada satu jalur turun. melewati akar-akar dan bebatuan yang terjal dan tajam. udah kayak iklan gudang garam dah. sayang aksi gw ngga diliat sama pencari bakat buat iklan kyk gitu. lolos casting gw pasti untuk jadi pemegang lampu sorot.

air sejuk dan suasana canyon yang terbilang masih alami, bebatuan yang indah membuat rasa lelah dan penat hilang seketika. terjun bebas, melompat, berayun, melesat dan siap beraksi untuk memberantas kejahatan di muka bumi ini. wkwkwkw.... ngga bisa kuceritakan dengan kata2. harus dengan kalimat ini.

170808 sekitar pukul 3 sore.
dengan berat hati kami terpaksa kami tinggalkan green canyon. berat hati karena kami harus melewati rute yang tadi, naik tebing pula. ditambah lagi pak adjie yang keseret arus and nyangkut di batu dan sandi ekek yang keseringan nempel di tebing yang tajem. jadi deh lecet2

perjalanan dilanjutkan ke batu karas. batu karas terletak tidak jauh dari green canyon (katanya sih gitu, gw mah nurut aja, wong gw ketiduran). batu karas menurut gw pribadi sih biasa2 aja. pasirnya hitam, menyurutkan minat gw untuk mandi d pantai tersebut. setelah berfoto2 ria caw deh ke penginapan. sampe di penginapan magrib. dengan aktivitas seperti malam sebelumnya dan cuma satu yang tidak ada! belah duren!

besoknya 180808
bangun pagi (yang dipaksakan) demi kebersamaan mengejar sunrise (bullshhhh...). tawar menawar cumi, udang dan kepiting. gw ngga mikir nawar, yang penting makan kepiting. wong ditraktir sama juragan oil and gas belarusia. yap... lumayan makan pagi pake kepiting plus kangkung (yang konon kata mbah mbah mbah buyut gw bikin ngantuk).

jam sembilan pagi 180808
ngga pake mikir, ditawarin Rp.10.000 perorang untuk ngiterin pasir putih, batu layar dan snorkling melihat terumbu karang (tanpa alat yang memadai, itu pun minjem) langsung diterima. ombak lagi gede-gedenya. seru juga naik perahu dihantam ombak. abis itu merapat di pasir putih dan keliling di cagar alam. bagian ini menurut gw adalah bagian yg biasa aja. banyak orang bawa sanak sodara, bergerombol, berbondong-bondong dari dusun mengunjungi cagar alam ini yang menurut gw sudah ngga alami lagi. kita juga ngga berlama disitu. bosen liat miniatur diri sendiri. spiky lagi tuh monyet2. kemudian kami kembali ke penginapan dan bersiap untuk pulang. kegiatan persiapan pulang tetap diiringi dengan kegiatan yang tersebut diatas.

jam 2 siang 180808
bus menuju jakarta baru akan berangkat dari terminal pangandaran terlalu sore. jadi kami putuskan untuk menggunakan bus pangandaran-bandung (bus budiman, sopir tidak brengos). bus ini berjalan dengan sangat lambat. terutama daerah sekitar nagrek dimana bus berjalan dalam gerakan slow motion. perjalanan sekitar 1 km ditempuh dalam 2 jam lebih. bete? pasti.. ibarat naik odong-odong. kemacetan luar biasa di ruas ini disebabkan tanjakan yang didesain oleh oknum transport (bisa jadi medi). dalam kemacetan ini hampir saja saya mengetik dalam HP saya REG [spasi] TATTOO untuk mengusir kebosanan. untung saja gw lupa nomernya. nyampe di cileunyi sekitar pukul 11 malam dan dilanjutkan dengan bus jakarta. sampe dijakarta pukul 02.00 pagi dan...semua mimpi pun buyar... karena keesokannya kerja rodi lagiiii

+) brengos; perlambang kejantanan pria. meningkatkan kharisma 7%, keseraman 5%, dan meningkatkan fungsi kinerja filter oksigen yang dihirup. untuk sopir hal ini sangat berguna untuk membantu hidung memfilter udara ketika mengendara dalam kecepatan tinggi.

Sunday, June 08, 2008

demo

katanya bela rakyat
katanya menyampaikan aspirasi rakyat
katanya pengen bangsa lebih baik

kok blokir jalan?
bikin macet
orang lain jadi terhambat pergi ke tempat tujuannya
seorang ibu tua yang akan berjualan baju bekas di pasar loak menangis...
terpaksa turun dari bus nya dan naik ke bus lain..
menangis karena ongkosnya pas pas an.

kok bakar-bakaran?
asap hitam, napas sesak. bertambah2 polusi jakarta
merusak fasilitas umum, lempar2an...


*hanya pemikiran sempit seorang superhero bodoh*

Sunday, May 11, 2008

kontes

setelah era sinetron dubbing (dilengkapi dengan animasi ular tentunya), sinetron remaja (sound effect warkop: toweeeww....), kini kami hadirkan era kontes2an.. mari sambut dengan meriah...jangan lupa lengkapi dengan cerita paling sedih nan menyayat hati agar anda memperoleh banyak dukungan SMS. ada jutaan acara pencarian bakat yang bisa kita ikuti, spt supermam*, soulm*te, pilda***, pilkadal dll

tapi ingat: siapkan fisik anda, acara ini berdurasi satu abad.

tinggal ketik REG [spasi] MESRA kirim ke 9388
semua sms yang nyampe ke kamu langsung dari HP aku.